Tingkatan Zikir

1. Tingkatan pertama adalah; Dzikir Lisan.

Rumusnya; (ذكرك بك لك). Tingkatan ini adalah tingkatan dzikir yang terendah yang dilakukan oleh kaum muslim awam atau ghofilin. Caranya menyebut dzikir Allah dengan menggerakkan lisannya. Ciri-ciri bagi orang yang sudah mengamalkan dzikir lisan adalah; tidak pernah berbohong.

2. Tingkatan kedua; Dzikir Qolb (hati).

Rumusnya; , (ذكره بك له)

(ك) di sini telah hilang dua. Tingkatan ini tidak dapat dicapai kecuali mendapatkan hadiah atau anugerah dari Allah swt, bagi orang-orang yang telah diluluskan dzikir lisannya oleh Allah. Karena pada tingkatan ini yang berdzikir bukan lisannya akan tetapi hatinya yang bergerak sendiri melafadzkan dzikir Allah terus menerus tidak pernah berhenti sedetikpun. Ciri-ciri dari orang yang sudah mencapai tingkatan ini adalah tidur dan tidak tidurnya sama. Di saat tidurpun hakikatnya dia tetap melihat sekitarnya.Zikir peringkat ini digerakkan ALlah bukan dilafaz sendiri dalam hatinya…

3. Tingkatan ketiga; Dzikir ruh.

Rumusnya; (ذكره به له) .

( ك) di sini telah hilang semua. Sebagaimana ketika Rasulullah di tentang ihsan oleh malaikat jibril, baginda menjawab;

” ان تعبد الله كانك تراه فان لم تكن , تراه”

Yang artinya: “Beribadahlah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya jikalau kamu sudah tidak ada (ك ) nya sudah hilang semua), maka kamu melihat-Nya (musyahadah ilahiyah)”.

Dzikir ruh dibagi menjadi dua, shaghir (kecil) dan kabir (besar ).

Dzikir ruh adalah tingkatan tertinggi yang di anugerahkan Allah kepada hambanya yang telah diluluskan dzikir qolbnya oleh Allah.

Ruh dapat diumpamakan seperti eletrik, sebuah computer tidak akan menyala kalau tidak ada eletrik, begitu juga manusia tidak bisa hidup tanpa adanya ruh. Jadi tingkatan ini yang berdzikir ruhnya, yang meliputi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ciri-ciri orang yang mencapai tingkatan ini adalah mati dan hidupnya sama. Sebagaimana yang telah dijelaskan didalam Al-Quran;

” انك ميت وانهم ميتون “

yang artinya:” Sesungguhnya engkau (Rasululah) itu mayit (mati) dan sesungguhnya mereka (para sahabat) pun mayit (mati).”(QS: Al-Zumar: 30)

Ayat ini turun ketika Rasulallah dan para sahabat masih hidup, tapi kenapa Allah mengatakan bahwasanya Rasulullah dan para sahabatnya itu mati? Karena mati dan hidupnya Rasulullah dan para sahabatnya itu hakikatnya sama, tidak ada perbedaan. Tapi tingkatan matiya rasulullah tidak sama dengan tingkatan matinya para sahabat. Karena Rasulullah s.a.w laa yuqosu bihi wa laa yuqosu alaihi (dikias dengannya tidak dikias keatas dirinya;tidak bisa dijadikan standard umum). Karena beliaulah manusia yang paling sempurna dan tak ada duanya di muka bumi ini.

Di sebuah hadits juga dijelaskan yang artinya: “jikalau kamu ingin melihat seorang mayat yang berjalan diatas dua telapak kakinya maka lihatlah Abu Bakar.”

Dzikir ruh shagir ciri-cirinya adalah musyahadah ilahiyah.

Kemudian tingkatan dzikir ruh kabir, disebut juga dengan dzikir Istilam atau dzikir jawarih, adalah tingkatan paling tinggi karena yang berdzikir tidak hanya ruhnya saja akan tetapi seluruh jasadnya juga berdzikir. Ciri-cirinya adalah disamping musyadah ilahiyah, ia akan terbebas dari ruang dan waktu atau disebut dengan la zaman wala makan, yaitu; zaman yang telah lampau (madhi) sama dengan zaman sekarang (hadlir) dan sama dengan zaman yang akan datang (mustaqbal).

Inilah dzikir tingkatan tertinggi.

Seseorang tidak akan mencapai tingkatan dzikir yang tertinggi kecuali mempunyai guru yang telah mecapai tingkatan ini. Karena syeikh atau guru akan membawa murid-muridnya sampai kepada maqamya.

Kalau sang guru hanya sampai pada tingkatan dzikir qalb (hati), maka murid-muridya akan berhenti di tingkatan itu.

About these ads

2 Responses

  1. Mr UstazModen adalah seorang munafiq yang berselindung di belakang tabir Sufi dan Sunni. Saya ajak dia berdebat tapi tidak mahu ? Sila guna alamat emel saya :

    (tiger006*streamyx.com), yang pakai server streamyx. Lamanweb ini tidak boleh memaparkan alamat emel, semoga dia faham alamat emel saya itu.

    Mr UstazModen ini sangat jahat, Dia meyokong “police brutality” di Malaysia. Memang polis dan UMNO sangat zalim. Ini ceritanya. Orang sibuk fasal Anwar Ibrahim dipukul polis, tapi ini cerita tentang anak saya sendiri. Dia belajar di Kuantan, dan sekarang dibuang sekolah kerana dituduh mencuri alat-alat motosikal. Ini kerana seorang anak Melayu yang bangsat membuat fitnah bahawa anak saya mencuri motorsikal.

    Pihak polis membawanya ke balai dan dia pukul dan didera supaya membuat pengakuan palsu supaya mengaku bersalah. Statement paksaan itu digunakan mendakwa dia dimahkamah, sama dengan apa polis pernah buat kepada Anwar Ibrahim. Anak saya ketakutan kerana dipukul oleh polis dalam lockup hampir mati.

    Anak saya dipenjarakan disebabkan oleh anak bangsa Melayu yang bangsat, yang mengaku berugama Islam tapi suka berbuat fitnah dan khianat. Mujurlah anak saya tahu ugama dan menyerah kepada Allah supaya menghukum bangsa Melayu yang bangsat di padang Mahsyar kelak. Di dunia kita orang baik sentiasa ditipu oleh orang jahat.

    Orang jahat macam UstazModen yang menulis tentang kehalusan tasauf dan Islam, tapi hatinya busuk. Orang yang menyokong orang zalim adalah sama zalim.

    Go to hell ..UstazModen with your Malay police force and your Malay UMNO monkeys.

    ALLAHU AKBAR !!!

    Yang ikhlas,

    Abu Hasan Chan

  2. itu semua adalah ibadah pribadi, yang tahu adalah Allah swt. Yang penting adalah ibadah yang bermanfaat bagi orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: