AL QURAN ANTARA BARU ( HADIS @ MAKHLUK ) ATAU DAHULU ( QADIM )

ayat quran

Qodim dan ‘hadisnya’ al-Qur’an menjadi perdebatan sengit dalam sejarah Ilmu Kalam dan sampai sekarang. Bahkan perdebatan tersebut mengakibatkan pertumpahan darah antara sesama muslim. Pernah Imam Abu Hanifah juga diseksa kerana mempertahankan Al Quran itu kalam Allah Taala yang Qadim ( terdahulu ) bukan makhluk ( Hadis@ terbaru )..

Dahulu merujuk kepada ‘ Tiada permulaan ‘ bagi Kalam Allah . Baru merujuk kepada permulaan makhluk yang berasal dari tiada kepada ada hingga dikatakan ‘baru ‘

Al-Qur’an Kalamullah Qadim ataukah Makhluq Hadis ( terbaru ) ? Ia adalah pertanyaan yang sangat membingungkan umat Islam selama ini.

Tidak semua pertanyaan yang mempunyai dua jawaban harus di jawab dengan salah satunya. Tapi ada juga yang harus dijawab dengan kedua-duanya. Apabila ada orang bertanya; kamu anak siapa? tentunya kita jawab; anak ayah dan ibu. Kalau kita menjawab anak ayah, maka kita telah menafikan ibu sebagai orang tua kita begitu juga sebaliknya.

Maulana Syeikh Mukhtar RA menjelaskan; sebelum kita mengatakan al-Qur’an qodim atau hadis, kita harus memahami arti Kalam dan Qoul.

Antara Kalam dan Qoul terdapat perbedaan signifikan. Kalam tidak selamanya harus diucapkan. sedangkan Qoul adalah sebuah ucapan.

Contoh: seorang menteri membaca surat Presiden. Maka perkataan seorang menteri adalah Qoul dan surat adalah Kalam Presiden. Kalamullah bukan berupa ucapan dan bukan pula tulisan. Manusia tidak pernah mendengarkan al-Qur’an dari Allah, tapi mendengarnya dari Rasulullah s.a.w .

Allah SWT berfirman:

“Innahu laqoulu rosulun karim” Sesungguhnya ia Qaul ( perkataan ) utusan yang mulia

“Fa innama yassarnahu bilisanika” Dan sesungguhnya kami telah mudahkan ia di lidahmu

“Wa haza lisanun ‘arobiyyun mubin” Dan inilah lisan Arab yang nyata….

Mengenai qodim dan hadisnya al-Qur’an Maulana Syeikh Mukhtar RA menjelaskan bahwa al-Qur’an qodim ( dahulu ) dengan catatan dan hadis ( baru ) dengan catatan. Qodim karena al-Qur’an kalam Allah dan hadis karena al-Qur’an adalah Qoul Sayyidina Muhammad SAW.

Wallahu a’lam…..

Petikan : Imam Hanafi Ad Dusuqy dari laman http://www.ang-opi.co.nr/

Susunan semula : Abu Sofeyyah Ad Dusuqy , Kota Warisan, Selangor Darul Ehsan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: