Patung moden ; adakah haram dan perlu dihapuskan ?

Perbedaan Timsal, Shanam dan Watsan

Ketika sayidina Amru bin al-Ash memasuki negeri Mesir, tepatnya didaerah yang bernama Arisy, dan ketika itu para sahabat yang bersamanya bertanya: “Kenapa engkau beristirahat ya Amru dan tidak meneruskan perjalanan”? Sayidina Amru bin al- Ash menjawab: “Sesungguhnya al-masa’ (sore) itu adalah ‘Id ( hari raya). Ini adalah rahasia dinamakannya “al-Masa’id” (nama sebuah kota di Mesir).

Ketika orang – orang Muslim telah menguasai negeri Mesir, baik bagian utara, selatan, timur dan barat. Mereka menemukan banyak peninggalan-peninggalan Firaun, Kibti dan Romawi dari segala bentuk; seperti patung manusia,, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan dan serangga-serangga. Akan tetapi mereka tidak mendekatinya dan tidak menghancurkannya. Dan peninggalan-peninggalan patung itu sampai sekarang masih ada. Sekarang timbul pertanyaan; kenapa para sahabat Rasulullah yang mebuka negeri Mesir tidak menghancurkan patung-patung peninggalan tersebut? Ada apa sebenarnya dibalik itu semua?

Disana terdapat beberapa kemungkinan dapat kita selidiki:
Kemungkinan bahwa peninggalan-peninggalan patung pada hari itu tersembunyi di bawah tanah, sehingga mereka tidak melihatnya.


Kemungkinan bahwa peninggalan-peninggalan ini sulit untuk di pecah (dihancurkan), sehingga mereka tidak mampu untuk merobohkannya jadi terpaksa mereka membiarkannya.

Kemungkinan bahwa, para sahabat pada hari itu dalam keadaan lemah sehingga tidak ada daya dan kekuatan untuk menghancurkannya..
Kemungkinan bahwa para sahabat telah mengetahui sebenarnya dari Rasulullah tentang perbedaan timtsal, watsan dan shanam.

Dari kemungkinan-kemungkinan di atas dapat kita uji kebenarannya;
1. Kemungkinan pertama ditolak, karena peninggalan-peninggalan itu tidak berada di bawah tanah, itu sudah dijadikan sebagai tempat-tempat sesembahan dan patung-patung itu tinggi menulang ke angkasa.
2. Kemungkinan kedua juga ditolak, karena peninggalan-peninggalan itu sangat mungkin untuk dihancurkan, peralatan pada saat itu mampu memecahnya berkeping-keping.
3. Kemungkinan ketiga ditolak juga, karena para sahabat pada saat itu kuat dan tidak lemah sehingga dapat menaklukkan dan menguasai mesir seluruhnya.
4. Ketiga kemungkinan diatas ternyata ditolak, dan masih tersisa satu, kemungkinan yang keempat; yaitu, sebenarnya mereka telah mengetahui perbedaan antara timtsal, watsan dan shaman, dan mereka juga telah belajar makna tauhid dari Rasulullah saw, yang tidak taklid buta kepada bapaknya yaitu nabi Ibrahim as, di dalam berinteraksi dengan patung-patung. Beliau menghancurkan patung-patung watsan, walaupun tidak semuanya di hancurkan, melainkan disisakannya satu patung yang bernama Ramza. Karena kaumnya Nabi Ibrahim sangat keterlaluan, mereka membuat patung-patung dengan desain yang bagus dan dengan bahan yang keras supaya tidak mudah dipecah, kemudian mereka menamakannya Tuhan. Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung watsan bukan membenci patung-patung tersebut akan tetapi membenci kepercayaan yang diyakini kaumnya, yaitu menyembah patung-patung itu

Adapun Rasulullah tidak mendekati patung-patung dan tidak pula menghancurkannya, bahkan pada saat itu beliau sholat di Masjid al-Haram di dekat ka’bah yang dikelilingi dengan patung-patung. Ini bukan merupakan ketetapan (iqrar) nabi, akan tetapi keadaan pada zaman Rasulullah berbeda dengan zamannya Nabi Ibrahim. Rasulullah tidak menghancurkan patung-patung itu., karena sesungguhnya telah tertanam tauhid yang kuat pada hati para sahabat, sehingga tidak terjerumus berbuat syirik kepada Allah, sebagaimana cahaya yang terang menolak kegelapan. Para sahabat telah belajar dari Rasulullah bahwasanya tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah, maka tertolak semua sesembahan yang lain.

Rasulullah sholat di Masjid al-Haram sedangkan patung-patung berada di sekitarya, kemudian ketika Isro’ dan Uruj dan difardlukannya sholat 5 waktu, rasul tidak diperintahkan untuk menghancurkan patung-patung itu. Lalu setelah itu rasul hijrah ke Madinah dan patung-patung masih tetap berada disekeliling ka’bah. Kemudian turunlah perintah untuk merubah kiblat dari Bait al-Muqoddas ke Bait al-Haram. Dan pada hari itu juga patung-patung masih berada disekeliling ka’bah sampai fathu makkah tiba. Pada saat fathu mekkah tiba, rasul bersama tokoh-tokoh pembesar Quraisy yang dulunya menyembah patung-patung itu dan mereka sendiri yang menghancurkan patung-patung itu, bukan rasulullah. Rasulullah memberi isyarat pada patung-patung shanam itu dengan sebuah tongkat kecil yang berada pada tangan beliau bukan menggunakan cangkul ataupun kapak, seraya beliau berkata:

” وقل جاء الحق وزهق الباطل ان الباطل كان زهوقا “

Artinya:”Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap” (QS : Al-Isra’ :81).
Ketika patung-patung shanam telah turun kedudukannya, maka tidak ada orang yang mengadili dengannya, dan ketika telah lenyap keberadaannya maka tidak ada yang meminta tolong kepadanya apalagi menyembahnya.
Para sahabat telah menggulingkan tuhan-tuhan yang telah mereka akui sebelumnya dengan kaki-kaki mereka sendiri. Sungguh Rasulullah telah menghilangkan kepercayaan-kepercayaan pada patung-patung itu dari hati mereka dan kemudian mereka mengubur dalam-dalam kepercayaan itu. Para sahabat yang membuka negeri Mesir itu benar- benar telah memahami dan mengetahui sebenarnya tentang ajaran ini. Mereka mengetahuinya dari rasulullah, kapan sebuah timtsal (patung biasa) menjadi timstal? Kapan sebuah timtsal menjadi shanam (patung yang disembah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.)? Dan kapan sebuah timtsal menjadi watsan (patung yang disembah pada dzatnya)? Sesungguhnya timstal pada batasan dzatnya tidak apa-apa (boleh-boleh saja). Nabi Sulaiman as, menyuruh jin untuk membuat mihrab-mihrab dan timtsal-timtsal yang dikehendakiya, dijelaskan dalam Al-Quran:

” يعملون له ما يشاء من محاريب و تما ثيل و جفان كا لجواب وقدورراسيا ت “

Yang artinya:”Para jin itu membuat untuk nabi Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku)”.(QS: Al-Saba’: 13).
Nabi Sulaiman menyuruh jin untuk membuat patung-patung (timtsal), sikap ini tidak akan mengurangi kenabiannya. Beliau adalah seorang nabi, rasul, khalifah dan raja. Dan pembuatannya tentang patung-patung timtsal ini, tidak akan mengurangi kemulyaan dari kerasulan dan kenabiyannya, karena timtsal (patung-patung hiasan) itu hukumnya tidak apa-apa.

Timtsal (patung biasa) itu tidak ada hukumnya alias boleh, tetapi jikalau timtsal tersebut disembah oleh suatu kaum untuk mendekatkan diri kepada Allah maka seketika itu namanya berubah menjadi shanam dan hukumnya tidak boleh (syirik). Dan jikalau suatu kaum yang lain menyembah timtsal tersebut sebagai tuhan dan bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah maka namanya berubah menjadi watsan dan ini hukumnya tidak boleh. (kufur) bagi mereka saja secara aqidahnya dan bukan pada dzat timtsal tersebut.

Ketika para sahabat yang membuka negeri Mesir bermukim untuk menyebarkan Islam, tidak ditemukan seorang pun dari penduduk di dalamnya yang beragama Islam (mereka semua ahli kitab sebelum masuk Islam) bersujud pada timtsal untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka jadilah timstal tersebut sebagai shanam, dan berubah lagi jikalau sujudnya pada timtsal untuk menyembah pada dzatnya, maka jadilah watsan.
Pada saat itu para sahabat sudah menegetahui betul-betul tentang pemahaman ini, maka tidak ada seorang sahabatpun yang memperbolehkah untuk menghancurkan timtsal-timtal tersebut, justru malah menganjurkan untuk menjaganya dan melindunginya, sehingga tetap lestari sampai sekarang, bahkan menjadi objek wisata yang termasuk dari tujuh keajaiban dunia. Inilah agama yang benar dengan aqidah yang kuat. Kita tidak lebih mengetahui dari para sahabat, merekalah yang lebih mengetahui dari kita.
Walaa haula walaa quwata illa billah.

One Response

  1. […] Cerita pembahagian patung mengikut Islam sila buka di sini […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: