Mufti Perlis kata PM letak bunga sempena Hari Pahlawan HARAM ?

Asri seperti komen blog kedahlanie ( klik sini ) kritik letak bungan di tugu negara sempena Hari Pahlawan semalam. Ia isu menarik kerana dilafazkan oleh Mufti Perlis dan kerajaan BN sendiri dan pertama kali selepas sekian lama dilakukan tanpa ada pun bantahan dari mana mana pihak.

Apa yang dibuat di sana ?

Pertama : Letak bunga .

Kedua : Tugu Pahlawan.

Masalah niat bukan boleh dibaca oleh Asri atau sapa sapa. Jadi kenapa dibangkitkan isu berhala dalam hal ini. Adakah Asri ingin cari publisiti ‘murahan’ lagi ?

Memang ajaran wahabi jika boleh semua patung ingin dipecahkan. Patung atau arca seni dianggap musuh yang mesti dipecahkan kerana menyesatkan manusia. Walhal ia sebenarnya kesesatan

orang yang mengatakannya sebagai sesat. Lihat contoh di Afghanistan di mana patung dipecahkan padahal ia tidak menjadi sembahan sedikitpun !

Jika isu berhala, bukankah di Mekah pun kita sembah ke arah batu ? Ulangan : Batu ? adakah kita sembah Allah atau kita sembah batu ?

Kita sebenarnya menyembah Allah melalui arah Kaabah. Begitu juga PM meletakkan bunga bagi acara memperingati jasa pahlawan negara di Tugu Negara bukan menyembah tugu tersebut. Ini kerana tentu sukar memberi penghormatan ke seluruh pusara parajurit di seluruh tempat. Justeru justifikasi menggunakan satu tempat adalah simbolik kepada acara tahunan ini yang sangat jelas tidak ada unsur syirik, bidaah kerana ia tidak membabitkan niat menyembah Tugu Negara tersebut. Kecuali ada yang ingin menyembahnya kerana tidakfaham agama !

Adakah meletakkan bunga sahaja untuk mengingati jasa pahlawan negara menggugurkan akidah ?

adakah persamaan perbuatan tersebut yang dilakukan oleh bukan Islam dikira mengkafirkan pelaku amalan tidak bercorak keagamaan tersebut ?

Adakah tidak ada sesiapa menegah perbuatan tersebut di kalangan agamawan negara jika benar ia dibuat bersalahan dengan agama ? Siapa salah ? Asri atau seluruh cerdik pandai Islam di Malaysia ?

Adakah Asri Zainal Abidin sahaja YANG BENAR dan orang lain SALAH ?

atau ASRI SEBENARNYA YANG SALAH dan orang lain adalah benar dalam pemahamannya tentang agama dan amalan amalan agama ?

Di sini Asri Zainal Abidin tidak mengenali apakah beza Sonam, Watsan dan Timsal mengikut seperti apa yang ditegaskan oleh seorang Ulama Mesir Ahli Majlis Sufi Tertinggi Mesir bernama Syeikh Mukhtar Ali Muhammad Ad Dusuqy menerusi artikel beliau yang diterjemah oleh murid dari Indonesia ( blog beliau di sini ) :

Perbedaan Timsal, Shanam dan Watsan

Ketika Sayidina Amru bin al-Ash memasuki negeri Mesir, tepatnya didaerah yang bernama Arisy, dan ketika itu para sahabat yang bersamanya bertanya: “Kenapa engkau beristirahat ya Amru dan tidak meneruskan perjalanan”? Sayidina Amru bin al- Ash menjawab: “Sesungguhnya al-masa’ (sore) itu adalah ‘Id ( hari raya). Ini adalah rahasia dinamakannya “al-Masa’id” (nama sebuah kota di Mesir).

Ketika orang – orang Muslim telah menguasai negeri Mesir, baik bagian utara, selatan, timur dan barat. Mereka menemukan banyak peninggalan-peninggalan Firaun, Kibti dan Romawi dari segala bentuk; seperti patung manusia,, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan dan serangga-serangga. Akan tetapi mereka tidak mendekatinya dan tidak menghancurkannya. Dan peninggalan-peninggalan patung itu sampai sekarang masih ada. Sekarang timbul pertanyaan; kenapa para sahabat Rasulullah yang mebuka negeri Mesir tidak menghancurkan patung-patung peninggalan tersebut? Ada apa sebenarnya dibalik itu semua?

Piramid

Disana terdapat beberapa kemungkinan dapat kita selidiki:


Kemungkinan bahwa peninggalan-peninggalan patung pada hari itu tersembunyi di bawah tanah, sehingga mereka tidak melihatnya.
Kemungkinan bahwa peninggalan-peninggalan ini sulit untuk di pecah (dihancurkan), sehingga mereka tidak mampu untuk merobohkannya jadi terpaksa mereka membiarkannya.
Kemungkinan bahwa, para sahabat pada hari itu dalam keadaan lemah sehingga tidak ada daya dan kekuatan untuk menghancurkannya..
Kemungkinan bahwa para sahabat telah mengetahui sebenarnya dari Rasulullah tentang perbedaan timtsal, watsan dan shanam.

Dari kemungkinan-kemungkinan di atas dapat kita uji kebenarannya;
1. Kemungkinan pertama ditolak, karena peninggalan-peninggalan itu tidak berada di bawah tanah, itu sudah dijadikan sebagai tempat-tempat sesembahan dan patung-patung itu tinggi menulang ke angkasa.
2. Kemungkinan kedua juga ditolak, karena peninggalan-peninggalan itu sangat mungkin untuk dihancurkan, peralatan pada saat itu mampu memecahnya berkeping-keping.
3. Kemungkinan ketiga ditolak juga, karena para sahabat pada saat itu kuat dan tidak lemah sehingga dapat menaklukkan dan menguasai mesir seluruhnya.
4. Ketiga kemungkinan diatas ternyata ditolak, dan masih tersisa satu, kemungkinan yang keempat; yaitu, sebenarnya mereka telah mengetahui perbedaan antara timtsal, watsan dan shaman, dan mereka juga telah belajar makna tauhid dari Rasulullah saw, yang tidak taklid buta kepada bapaknya yaitu nabi Ibrahim as, di dalam berinteraksi dengan patung-patung. Beliau menghancurkan patung-patung watsan, walaupun tidak semuanya di hancurkan, melainkan disisakannya satu patung yang bernama Ramza. Karena kaumnya Nabi Ibrahim sangat keterlaluan, mereka membuat patung-patung dengan desain yang bagus dan dengan bahan yang keras supaya tidak mudah dipecah, kemudian mereka menamakannya Tuhan. Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung watsan bukan membenci patung-patung tersebut akan tetapi membenci kepercayaan yang diyakini kaumnya, yaitu menyembah patung-patung itu

Adapun Rasulullah tidak mendekati patung-patung dan tidak pula menghancurkannya, bahkan pada saat itu beliau sholat di Masjid al-Haram di dekat ka’bah yang dikelilingi dengan patung-patung. Ini bukan merupakan ketetapan (iqrar) nabi, akan tetapi keadaan pada zaman Rasulullah berbeda dengan zamannya Nabi Ibrahim. Rasulullah tidak menghancurkan patung-patung itu., karena sesungguhnya telah tertanam tauhid yang kuat pada hati para sahabat, sehingga tidak terjerumus berbuat syirik kepada Allah, sebagaimana cahaya yang terang menolak kegelapan. Para sahabat telah belajar dari Rasulullah bahwasanya tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah, maka tertolak semua sesembahan yang lain.

Rasulullah sholat di Masjid al-Haram sedangkan patung-patung berada di sekitarya, kemudian ketika Isro’ dan Uruj dan difardlukannya sholat 5 waktu, rasul tidak diperintahkan untuk menghancurkan patung-patung itu. Lalu setelah itu rasul hijrah ke Madinah dan patung-patung masih tetap berada disekeliling ka’bah. Kemudian turunlah perintah untuk merubah kiblat dari Bait al-Muqoddas ke Bait al-Haram. Dan pada hari itu juga patung-patung masih berada disekeliling ka’bah sampai fathu makkah tiba. Pada saat fathu mekkah tiba, rasul bersama tokoh-tokoh pembesar Quraisy yang dulunya menyembah patung-patung itu dan mereka sendiri yang menghancurkan patung-patung itu, bukan rasulullah. Rasulullah memberi isyarat pada patung-patung shanam itu dengan sebuah tongkat kecil yang berada pada tangan beliau bukan menggunakan cangkul ataupun kapak, seraya beliau berkata:

وقل جاء الحق وزهق الباطل ان الباطل كان زهوقا


Artinya:”Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap” (QS : Al-Isra’ :81).
Ketika patung-patung shanam telah turun kedudukannya, maka tidak ada orang yang mengadili dengannya, dan ketika telah lenyap keberadaannya maka tidak ada yang meminta tolong kepadanya apalagi menyembahnya.
Para sahabat telah menggulingkan tuhan-tuhan yang telah mereka akui sebelumnya dengan kaki-kaki mereka sendiri. Sungguh Rasulullah telah menghilangkan kepercayaan-kepercayaan pada patung-patung itu dari hati mereka dan kemudian mereka mengubur dalam-dalam kepercayaan itu. Para sahabat yang membuka negeri Mesir itu benar- benar telah memahami dan mengetahui sebenarnya tentang ajaran ini. Mereka mengetahuinya dari rasulullah, kapan sebuah timtsal (patung biasa) menjadi timstal? Kapan sebuah timtsal menjadi shanam (patung yang disembah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.)? Dan kapan sebuah timtsal menjadi watsan (patung yang disembah pada dzatnya)? Sesungguhnya timstal pada batasan dzatnya tidak apa-apa (boleh-boleh saja). Nabi Sulaiman as, menyuruh jin untuk membuat mihrab-mihrab dan timtsal-timtsal yang dikehendakiya, dijelaskan dalam Al-Quran:

يعملون له ما يشاء من محاريب و تما ثيل و جفان كا لجواب وقدورراسيا ت


Yang artinya:”Para jin itu membuat untuk nabi Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku)”.(QS: Al-Saba’: 13).
Nabi Sulaiman menyuruh jin untuk membuat patung-patung (timtsal), sikap ini tidak akan mengurangi kenabiannya. Beliau adalah seorang nabi, rasul, khalifah dan raja. Dan pembuatannya tentang patung-patung timtsal ini, tidak akan mengurangi kemulyaan dari kerasulan dan kenabiyannya, karena timtsal (patung-patung hiasan) itu hukumnya tidak apa-apa.

Timtsal (patung biasa) itu tidak ada hukumnya alias boleh, tetapi jikalau timtsal tersebut disembah oleh suatu kaum untuk mendekatkan diri kepada Allah maka seketika itu namanya berubah menjadi shanam dan hukumnya tidak boleh (syirik). Dan jikalau suatu kaum yang lain menyembah timtsal tersebut sebagai tuhan dan bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah maka namanya berubah menjadi watsan dan ini hukumnya tidak boleh. (kufur) bagi mereka saja secara aqidahnya dan bukan pada dzat timtsal tersebut.

Ketika para sahabat yang membuka negeri Mesir bermukim untuk menyebarkan Islam, tidak ditemukan seorang pun dari penduduk di dalamnya yang beragama Islam (mereka semua ahli kitab sebelum masuk Islam) bersujud pada timtsal untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka jadilah timstal tersebut sebagai shanam, dan berubah lagi jikalau sujudnya pada timtsal untuk menyembah pada dzatnya, maka jadilah watsan.
Pada saat itu para sahabat sudah menegetahui betul-betul tentang pemahaman ini, maka tidak ada seorang sahabatpun yang memperbolehkah untuk menghancurkan timtsal-timtal tersebut, justru malah menganjurkan untuk menjaganya dan melindunginya, sehingga tetap lestari sampai sekarang, bahkan menjadi objek wisata yang termasuk dari tujuh keajaiban dunia. Inilah agama yang benar dengan aqidah yang kuat. Kita tidak lebih mengetahui dari para sahabat, merekalah yang lebih mengetahui dari kita.
Walaa haula walaa quwata illa billah.

_______________________________
Referensi:

1. Pengajian-pengajian Maulana Syekh Mukhtar Ali Muhammad al-Dusuqi Ra. (Syekh Tarekat Dusuqiyah Muhammadiyah).

2. Surat kabar al-Buhairah wal-Aqalim Mesir edisi 115 Tahun 2004.

3. Surat kabar Shautul-Ummah Mesir edisi 16 Juni 2003.

4. Dan lain-lain.

Oleh : Gus Mied Baidlowi
(Mahasiswa al-Azhar Fak. Ushuluddin Hadits &
Santri Mazraat al-Kiram Buhaira Mesir)

Moga mendapat manfaat untuk semua.

Amin.

2 Responses

  1. bab kau nak hentam asri tu lantak kau lah bro. tetapi bab tugu negara tuh, memang patut pun dirobohkan saja, tidak ada suatu Nabi pun yang tidak memerangi penyembah berhala. kalau nak ingat jasa pahlawan, buatlah kenduri doa selamat, tahlil ker, bukan antar bunga kat tugu tu and kemudian tafakkur depan batu tu.

    Hang ni bro, hang nak compare dengan kaabah tu perhal? kalau aku nak ulas, nanti jadi panjang pulak bab kaabah tu bro. but i think, hang punya comparison ni pun secara bayan-nya pun bersalahan arah. better hang gi ngaji dulu lah bro. lebih baik hang suruh ajer semua orang pergi haji ke batu caves mengadap Murugan tu.

  2. Meletakkan Kalungan Bunga di Tugu Peringatan

    Tarikh Keputusan:
    6 Jul, 1996
    Keputusan:

    Fatwa berikut yang dibuat oleh Mufti Negeri di bawah subseksyen 36 (1) Enakmen Pentadbiran Undang-Undang Islam 1991 setelah diluluskan oleh Jawatankuasa Perundingan Hukum Syarak menurut subseksyen 39 (6) Enakmen itu adalah disiarkan menurut subseksyen 36(2) Enakmen itu:

    ‘Meletakkan kalungan bunga di Tugu Peringatan sempena upacara sambutan Hari Pahlawan dan upacara-upacara lain adalah haram dan hendaklah ditinggalkan.’

    Status Penwartaan:
    Diwartakan
    Tarikh Diwartakan:
    16 Jan, 1997
    Nombor Rujukan:
    M.U.I.Phg. 2/116/2
    Akta/Enakmen:
    Enakmen Pentadbiran Undang-Undang Islam 1991 (Enakmen 3/91)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: